Pengadilan Tinggi Riau Terima Kunjungan Benchmarking PTA Padang dalam Penguatan Kinerja SAKIP
Pengadilan Tinggi Riau Terima Kunjungan Benchmarking PTA Padang dalam Penguatan Kinerja SAKIP
Pekanbaru, 20 April 2026 — Pengadilan Tinggi Riau menerima kunjungan benchmarking dari Pengadilan Tinggi Agama Padang dalam rangka penguatan capaian kinerja Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta inovasi dalam pengelolaan kinerja yang akuntabel dan berorientasi hasil.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Panitera Pengadilan Tinggi Agama Padang, Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian, Kepala Subbagian Rencana, Program, dan Anggaran, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, serta pejabat terkait lainnya.
Sementara itu, dari Pengadilan Tinggi Riau hadir para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, Kepala Bagian Umum dan Keuangan, Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian, serta Kepala Subbagian Rencana, Program, dan Anggaran.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus pada pembahasan strategi peningkatan kinerja, penguatan perencanaan berbasis hasil, serta implementasi SAKIP yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Pengadilan Tinggi Riau memaparkan inovasi unggulan dalam penguatan kinerja, yaitu EVAKKIP dan SATRIA.
EVAKIP merupakan sistem pengukuran kinerja yang digunakan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi capaian kinerja secara terintegrasi. Inovasi ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengukuran kinerja, serta telah direplikasi oleh beberapa satuan kerja sebagai praktik baik dalam pengelolaan kinerja.
Sementara itu, SATRIA (Sistem Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Tinggi Riau) merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap implementasi SAKIP di seluruh satuan kerja wilayah hukum Pengadilan Tinggi Riau. Sistem ini mencakup seluruh tahapan SAKIP, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan, hingga evaluasi internal. Dengan sistem ini, pengelolaan kinerja menjadi lebih terstruktur, terukur, dan mampu meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja satuan kerja.
Melalui pemaparan inovasi tersebut, peserta benchmarking mendapatkan gambaran konkret mengenai implementasi sistem kinerja berbasis teknologi yang mendukung transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar satuan kerja, mendorong replikasi inovasi, serta meningkatkan kualitas implementasi SAKIP di lingkungan peradilan, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Pengadilan Tinggi Riau berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat sistem kinerja sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

.jpg)
.jpg)
.jpg)





